Pages

Gelisah Galau Carenser Di Malam Hari



Enggak tau kenapa, beberapa hari ini grup sepi..seperti layaknya tidak ada pertandingan bola..dan celotehan komentator pun tak terdengar.. sepi bingiit... lha pas lagi sepi-sepinya itu tiba-tiba semalem pada nongol..berkicau riang..sekaligus berdenyit pikir...sementara notifikasi WhatsApp berkejar-kejaran berbunyi...apakah gerangan yang didiskusikan sampai ada istilah "berdenyit pikir..."hmmm

Tulisan ini buat selingan aja ya... gelisah galau carenser di malam hari... tau enggak apa yang didiskusikan semalem?.. khususnya oleh bapak-bapak carenser..... mmmm....ternyata adalah tentang strategi mendidik anak....alakaeee... apa hubungannya grup carens dengan pendidikan anak..? apa hubungannya blog diycarens ini dengan karakter building...? hahaha...gak tau deh.. yang jelas sesuai komitmen awal, saya coba record diskusi yang sekiranya bagus untuk dituangkan dalam blog ini...biar tidak tenggelam dan bisa dibaca sewaktu-waktu oleh rekan-rekan lainnya...

"Ya..sekali-kali... ojo ngobrol carens wae.." :-D

Lanjut..

Rata-rata rekan-rekan carenser adalah keluarga muda yang memiliki putra-putri balita dan beberapa sudah SD dan bahkan SMP..(mungkin juga anaknya udah kuliah atau punya cucu..tapi kebetulan semalem mereka tidak ikut berdiskusi..).

Kalau disimpulkan secara singkat diskusinya mungkin ada empat kekawatiran tentang putra putri tercinta. Kekawatiran pertama adalah tentang anak yang mulai bandel. Kedua adalah tentang kecurigaan anak tentang hal-hal berbau por, no & grafi. Ketiga tentang kecanduan gadget yang semakin hari semakin tak terbendung. Keempat tentang anak dan internet...

Jujur tidak tau harus ditulis dari mana dan mau kemana, lanjut ya.. :-)

Pertama... kekawatiran tentang anak yang mulai bandel. 
Saya tidak terlalu suka menggunakan kata bandel..karena ini akan menjadi semacam "cap" bagi anak tersebut. Bagi saya perbedaan kecepatan dalam berpikir, beraktivitas, atau perbedaan kapasitas cara pandang atau menghadapi sesuatu antara satu anak dengan anak lain pasti berbeda..apalagi antara anak dengan orang tua.. grafik anak yang cenderung meningkat berbanding terbalik dengan grafik orang tua yang sudah stabil atau mulai menurun.. maka dari itu bandel bagi saya adalah tindakan anak ketika mulai berperan aktif dalam mengeluarkan energinya...energi itu bisa ke kanan atau ke kiri.. bila menggelinding ke kanan maka positif...bila menggelinding ke kiri bisa negatif... nah tugas kita sebagai orang tua adalah mengarahkan gulir roda energi tersebut supaya menggelinding ke jalur yang tepat..

Saat yang tepat untuk mulai mengerti apa itu karakter, gen, sifat, daya baca otak, otak kanan otak kiri..dsb.. yang itu semua berkumpul menjadi satu dan tertuangkan menjadi sebuah action seseorang. Yaa..tidak harus mengerti semua sih..baca-baca dikitlah buat menambah wawasan.

Sebagai contoh..daya baca otak anak bertipe auditory..sementara ortu bertipe visual. Karena bertipe visual, ortu akan lebih suka mengajari anak dengan cara melalu gambar visual.... apakah anak tersebut senang dan mengerti..? dijamin tambah blank..ternyata anak kurang mengerti penyampaian melalui gambar..lebih suka disampaikan dengan model bercerita... ada juga anak yang bertipe kinestetik..yang pengertian gampangnya "tidak bisa diam".. diajari dengan gambar bingung..dengan cerita juga enggak masuk.. anak kinestetik lebih suka mempelajari sesuatu dengan cara praktek...yap..anak kinestetik seneng pelajaran outdoor..praktikum lab..dsb..pokoknya yang menggunakan anggota badannya untuk mempelajari sesuatu..


Kedua.. kecurigaan tentang hal-hal berbau por, no, dan grafi serta semacamnya.. 
Agak susah ini.. seperti buah simalakama.. enggak bisa saklek dilarang... enggak bisa pula terus dibiarkan.. Pada masalah ini.. sepakat bahwa ortu harus peka. Status kita sebagai ortu bukan semata hadiah Tuhan saja karena sudah menikah dan punya anak. Tetapi lebih dari itu, ortu adalah pekerjaan berat.. kalau dokter salah diagnosa pasien bisa berujung fatal... ortu salah mendiagnosa anak...pun ada akibatnya.. tetapi untungnya tidak ada pasal malapraktek buat ortu...sehingga seharusnya kita akan lebih berhati-hati dan bersungguh-sungguh dalam mendidik anak bukan malah sebaliknya ya........ hadeh malah ngelantur kemana-mana.. :-D

back to topic..

"Om, sekedar share aja, bahwa tingkat kenakalan remaja sangat dipengaruhi oleh lingkungannya.."
"Dilema pokoke om..dilarang kok ndelik-ndelik.. dijarne tapi dicekeli buntute kok yo angel..gak iso pantau setiap saat.."
"Nek anak dicereweti..mboke ora trimo"
"Lha saiki cobo diusahake anak ben terbuka dengan ortu om, jadi setiap apa yang mereka alami mau menceritakan..bapak dan ibu juga harus sinergis om.."
"Salah satu trik.. kalau komunikasi dengan anak.. tempatkan diri kita jadi anak yang lebih badung dari dia..mengko anak gelem cerito"
"Digalaki malah neng njobo mbuh.." ..ada benarnya...kalau dikerasin anak akan "terlihat" patuh..tapi enggak tau saat diluar sana, saat tidak dalam pengawasan....

"Kadang-kadang kita masih merasa anak masih kecil.. ora ngerti opo-opo.. padahal wes luwih pinter dibandingke wong tuwone.."

"Bocah ngerti saru kuwi manusiawi.. dewe mungkin mbiyen ngunu kuwi ya.. beri pengertian sebab dan akibat pada anak.. biar anak menghindar bukan karena dilarang.. tapi karena memahami akibatnya..intine iso sadar.. butuh ortu sing memberi masukan.. bukan dari teman-teman lainnya.."

Sampai disini akhirnya kita harus sadar bahwa pendidikan seks anak itu dibutuhkan..penting enggak penting..tapi dibutuhkan. Tentunya disesuaikan dengan umur, kedewasaan dan kapasitas anak tersebut dalam menangkap materi ini. Pemberian materi ini tidak bisa dilakukan mendadak...enggak tau juntrungnya tiba-tiba ortu ngajak bicara 4 mata tentang seks. Ada baiknya komunikasi mulai dibentuk sedini mungkin.. sejak TK..? sejak bayi..? kalau memungkinkan sejak si kecil ada di dalam perut ibunda.... :-)

Nah dengan komunikasi yang sudah baik sejak kecil, dimulai dari hal-hal ringan.. bahkan permasalahan ortu di kantor pun bisa menjadi bahan obrolan ringan dengan anak.. belajar jadi pendengar yang baik tentang cerita anak..dan tau "timming" yang tepat untuk kita masuk memberikan nasehat.. harapannya anak akan "enteng" bercerita kepada ortu..bukan karena terpaksa..terhakimi.. apalagi terdakwa.. Pada umur-umur tertentu (misal SMP).. beranikan untuk bertanya lebih ekstrim.. utarakan kosakata bokep..unyil..sepep..atau semacamnya pada anak.. baca raut wajah si anak..bagaimana tanggapannya.. dan dilanjut pemberian materi untuk anak.. biasakan untuk memberikan "pemahaman" .. bukan "aturan".. sampaikan sebab dan akibat tentang suatu materi.. sehingga anak benar-benar mengerti dan memahami akar masalah..sebab.. dan akibatnya.. sekali lagi bukan karena aturan dilarang-larang.. tanpa dia memahami hakekatnya..


Ketiga.. kecanduan gadget.. 
Teknologi ini seperti sisi mata uang.. tidak dapat dipungkiri ini adalah sebuah teknologi.. yang banyaaaakkk sekali manfaatnya... tetapi kalau kelebihan dosis juga bikin penyakit. Kecanduan gadget sepertinya sudah hal yang jamak untuk anak jaman sekarang... turunannya adalah...banyak anak yang pake kacamata tebel..lha iya.. tiap hari matanya kesentor cahaya gadget secara terus menerus... turunan berikutnya adalah anti sosial... taunya berinteraksi dengan gadget saja.. diajak bicara diem..tidak menanggapi..bahkan bisa galak kalau ada yang mengganggu konsentrasi ketika sedang bergadget... dst..

Jangan dianggap sepele.. kita termasuk ikut berperan serta menghasilkan generasi anak anti sosial jika tidak membuat "aturan main" penggunaan gadget sejak dini. Berikan waktu-waktu khusus untuk boleh main gadget.. pagi dan sore saja.. siang saja.. atau bagaimana terserah.. tapi yang penting dibatasi.. dan juga di awasi... ohya..ortu juga melakukan komitmen yang sama loh ya.. jangan sampai anak dibatasi waktunya bermain gadget sementara ortu asik hapenan dirumah...hadeh..apapun alasannya..pegang hape untuk pekerjaan atau apa..kalau sudah dibangun komitmen..semua seharusnya mematuhi..sekali lagi jangan bikin bingung anak dengan aturan yang tidak adil..

Berikan juga waktu-waktu untuk bersosialisasi.. bercengkerama dengan dunia sesungguhnya... menyapa tetangga.. bertegur sapa.. bahkan "bergesekan" dengan teman maupun lingkungan adalah bagian dari menjadi manusia yang sesungguhnya...

Anak menangis karena bertengkar dengan temannya.. kaki lecet berdarah karena terjatuh...rasa-rasanya lebih indah dibandingkan anak fine-fine aja tapi cuman maen gadget di kamar yang ber AC...fiuuhh..

Keempat... anak dan internet..
Hmmm..mm...hampir sama dengan gadget.. cuman point keempat ini kaitannya dengan keterbukaan dan kebebasan informasi global. Dengan jaringan internet..kita bisa mencari apa aja.. butuh sparepart tinggal gogling..butuh resep masakan tinggal gogling.. sungguh enak hidup dijaman internet ini.. tapiiiiii...inget..tak ada batasan dalam internet...butuh gambar rangkaian pistol atau bom rakitan puuunn bisa kita gogling... tips busuk lainnya pun bertebaran dengan segala triknya.

"Menurutku sih..(kita) durung siap menghadapi era internet"
"Yo..keluarga rung siap menghadapi era internet..sementara serbuan akses melimpah ruah..makane anak perlu didampingi terus.."
"iyo om.. internet itu bebas, wes tanpa aling-aling"
"lebih baik diberi komputer dengan jaringan internet dirumah om, jadi apa yang mereka buka kita dapat tau.. dan anak juga enggak pake internet diluar"


Kurang lebihnya itu yang bisa ditulis disini..
Punya anak itu anugerah yang tak terkira..sungguh tak terkira..biarkan rasa itu tetap ada selamanya.
Mungkin tidak selamanya anak menjadi manis seperti yang kita harapkan.. terkadang ada likaliku yang harus kita hadapi. Silahkan merangkai sayang sekaligus ketegasan kita terhadap anak. Hindari emosi..roller coaster kehidupan harus memaksa kita bermain peran.. ingat...hanya peran..bukan emosi..peran memainkan intonasi suara..mimik muka..dsb..kapan mengeluarkan wajah tegas dan serius..kapan menampilkan wajah lemah lembut..suara keras berwibawa..ataupun suara damai kebapakan... :-)
Dalam kondisi apapun..tetap dampingi anak..berikan kepercayaan..dan semangati terus..

Komitmen bersama antara bapak dan ibu juga menjadi peranan penting dalam pertumbuhan anak. Intinya orang tua harus sinkron.. sinergis.. satu visi dalam mendidik anak..luangkan waktu untuk mendiskusikan itu dengan pasangan..luangkan ya..
Berikan suri teladan yang baik untuk anak... "Perintah terbaik kepada anak adalah dengan memberikan contoh/teladan"
Berikan juga reward n punishment yang baik..yang tidak membuat terhukum atau justru ketagihan..dissoriented reward.

Ohya..satu lagi yang paling penting dan tidak bisa dirumuskan dengan rumus kalkulator apapun.... yaitu.. DOA..silahkan terjemahkan sendiri... :-)

Selamat mendidik anak.. :-D

Sumber: om wiskov purwokerto, om artdian sleman, om yanto sukoharjo, om amin tegal, om bagus sleman, om rendra salatiga, om mikco wates, nte ervina solo...maturnuwun diskusi malamnya.. :-)

Carens Owner Jateng DIY

No comments:

Post a Comment

Instagram